Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 23, 2010

MENGEMBANGKAN NEED FOR ACHIEVEMENT DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN BANGSA


(Kuliah Umum di RRI Makassar dalam Program Maha Bintang bekerjasama antara Kopertis Wil IX Sulawesi dengan RRI Makassar)

OLEH: PROF. DR. HJ. SYAMSIAH BADRUDDIN, M.Si


Keterpurukan negeri ini makin terlihat sebagai akibat dari sikap-sikap budaya yang tidak mampu menggerakkan bangsa ini menjadi suatu bangsa yang besar dan bersatu, tidak terjadi perluasan kemampuan masyarakat karena tidak adanya strategi dan kebijakan budaya nasional yang membuat bangsa ini merasa perlu menumbuhkan kemandirian di berbagai bidang kehidupan. Masih saja terpelihara penghambaan pada atasan, tetap bermental koelie. Etos kerja produktif masih belum tumbuh secara bermakna. The myth of lazy people[1] tidak lagi merupakan mitos tetapi makin terasa menjadi kenyataan. affluency[2] menjadikan bangsa ini meremehkan sindroma “besar pasak daripada tiang”. Kita masih saja mengidap “kebutaan”, mulai dari buta aksara sampai buta iptek, sejarah dan peradaban. Ini semua tidak cukup hanya diatasi secara sederhana melalui conventional human resource development.[3]

Oleh karena itu, kita semua yang harus mengidentifikasikan kelemahan-kelemahan insan bangsa ini dan selanjutnya menyusun suatu strategi budaya dalam perencanaan pembangunan nasional kita. Dengan demikian itulah maka diharapkan modal financial dan modal sumber-alam yang kita kerahkan dapat secara timbal-balik saling menjadi pendorong bagi dan terhadap modal sosial-kultural bangsa ini. Sudah saatnya kebudayaan disatukan dengan Pendidikan, mengingat sosialisasi nilai-nilai budaya maju hanya dapat secara efektif dilakukan melalui bangku-bangku pendidikan dan pengajaran.

Seperti dikemukakan di atas, sejak semula, Proklamasi Kemerdekaan sudah berorientasi pada pembangunan manusia atau sumber insan manusia (human resource development). Pembangunan manusia ini merupakan titik sentral dalam usaha pembangunan nasional kita. Oleh karena itu pulalah maka ketahanan nasional Indonesia juga berorientasi pada manusia Indonesia.: “… Ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan Bangsa dan Negara …”. Human resource development adalah upaya membentuk human capital[4]. kewiraswastaan atau entrepreneurship dapat diajarkan melalui usaha-usaha pendidikan. Mereka yang berpendapat ini bertitik-tolak dari suatu keyakinan bahwa kewiraswastaan adalah suatu property budaya dan sikap mental, oleh karena itu bersifat behavioral[5]. Seseorang menjadi wiraswasta karena dari asalnya sudah demikian. Dengan kata lain, ia menjadi wiraswasta karena ia dibesarkan di lingkungan tertentu, memperoleh nilai-nilai budaya tertentu pula dari kalangan terdekatnya semenjak ia mampu menerima proses sosialisasi sebagai proses alamiah, khususnya dari orangtuanya. Jadi pendidikan formal (sebagai suatu proses intervensi terencana dan terkendali yang kita kenal sehari-hari ini) untuk membentuk wiraswasta, tidak mereka yakini. Mereka ini hanya yakin pada proses alamiah itu. Ada yang lebih ekstrem lagi, misalnya dikatakan bahwa kewiraswastaan adalah khas berasal-usul dari bakat keturunan.

Di Indonesia, pendapat ekstrem ini dianggap tidak ilmiah, kolot dan kadang-kadang dinyatakan sebagi tendensius[6] secara sosial-politis. Kualitas kewiraswastaan bukan suatu in-born quality. Ciri-ciri manusia Indonesia, misalnya masih saja tidak achievement oriented tetapi status oriented, berorientasi pada masa lalu, menggantungkan diri pada nasib, konformis (takut menerobos pakem asing), berorientasi pada atasan, meremehkan mutu dan suka nerabas (tidak teliti dan sistematik), tidak percaya pada diri sendiri, tidak berdisiplin, suka mengabaikan tanggung jawab, munafik, feudal, percaya pada tahyul, berwatak lemah (terutama lemah terhadap uang), tidak hemat (boros), hedonis, kurang ulet, terlalu fleksibel, hidup manja (santai), kurang inovatif, kurang waspada (gampang merasa aman), suka sok kuasa (haus kekuasaan), mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan kepentingan umum (formal/informal dicampuradukkan), mengemban sikap hidup miskin.

Sementara itu gambaran mengenai entrepreneurship yang mendapat kesepakatan kurang lebihnya adalah: dimilikinya kualitas manusia, sikap dan tingkah laku unggul. Seorang wiraswasta atau masyarakat yang memiliki entrepreneurship unggul memiliki “tenaga dalam”, seperti kreatif, inovatif, dimilikinya originalitas, berani mengambil risiko, berorientasi ke depan dan mengutamakan prestasi, tahan uji, tekun, tidak gampang patah semangant (tidak cengeng), bersemangant tinggi, berdisiplin baja, dan teguh dalam pendirian. Manusia atau kelompok sosial ini mempunyai cita-cita dan dedikasi yang jelas serta etos kerja produktif yang kuat, kalau perlu dengan cerdik menerobos pakem asing yang masih berlaku. Dengan cirri-ciri semacam ini, dengan sendirinya seorang atau masyarakat wiraswasta tidak saja berkepribadian dan mempunyai karakter kuat, tetapi juga dengan sendirinya memiliki kepintaran bermental unggul dan sehat jasmaninya. (Lihat Sri-Edi Swasono, kebersamaan dan Asas Kekeluargaan: Mutualism and Brtherhood, UNJ-Press, 2005, hlm. 212-243.)

“Kemandirian adalah suatu sikap atau mindset, sikap berdikari menolak ketergantungan nasib-sendiri pada pihak lain, sikap menolak subordinasi, menolak pengemisan. Kemandirian adalah kepahlawanan.

Kemandirian adalah suatu prestasi diri dan kebanggaan untuk mampu memutuskan sendiri apa yang terbaik bagi dirinya, prestasi-diri menolak ketertundukan atau ketertekuk-lututan. Mandiri adalah tuntutan kesetaraan. Mandiri adalah harga-diri, merubah sikap menghamba (servile) menjadi kedigdayaan.

Ketika mandiri diangkat ke tingkat Bangsa dan Negara, maka kemandirian adalah doktrin nasional, doktrin untuk merdeka dan berdaulat, untuk mengutamakan kepentingan Nasional, yaitu kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara. Kemandirian nasional menolak supremasi dan dominasi mancanegara, tetapi bukan egoisme atau anti-asing. Pada tingkat ini Negara menolak dependensi[7] tetapi mengambil manfaat dari interpendensi global. Untuk itu kita proaktif ikut mendesain wujud dan mekanisme globalisasi. Kemandirian adalah sikap dan perilaku-bebas aktif..”

Kini bangsa kita telah berumur 64 tahun sejak kemerdekaannya, namun di sana-sini masih ditemukan keterpurukan bangsa. Salah satu warisan modernisasi yang terasa masih lekat adalah rendahnya need for achievement bangsa (kebutuhan berprestasi), karena pada umumnya bangsa sudah terbiasa dengan menerima bantuan tanpa berusaha sendiri. Oleh karena itulah, maka perlu mengembangkan need for achievement bangsa, melalui berbagai lini mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat sebagai lingkungan pendidikan dan sosialisasi. (http://profsyamsiah.wordpress.com/2009/08/18/need-for-achievement-dan-kemandirian-bangsa/)


[1] Mitos orang malas

[2] Sifat berlebihan

[3] Pengembangan sumber daya manusia konversional

[4] Modal manusia

[5] Tingkah laku

[6] Kecenderungan

[7] Ketergantungan

Minggu, Juni 20, 2010

new spirit blogger

yupz, udah lama banget ga ngapdet blog lagi. kini tiba saatnya gw kudu bangun dari kemalasan dan keputusasaan gw selama ini. semangat lagi untuk mengetikan huruf demi huruf di dunia maya melalui fasilitas murah dan mudah seperti blog yang sangat ideal untuk menunjukan diri. okelah kalobegitu, gw siap nge-blog lagi.....!!!

Rabu, Oktober 21, 2009

Iwan Fals - Ijinkan Aku Menyayangimu

Andai kau ijinkan
Walau sekejap memandang
Kubuktikan padamu
Aku memiliki rasa

Cinta yang ku pendam
Tak sempat aku nyatakan
Karena kau telah memilih
Menutup pintu hatimu

Ijinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu

Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku

Bila cinta tak menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Ijinkan aku tetap menyayangimu

Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku

Aku sayang padamu
Ijinkan aku membuktikan

Kamis, Oktober 01, 2009

gempa sumatera

turut berduka cita atastrjadinya gempa bui di padang dan sekitarnya. semofga keluarga yang ditinggakan diberikan kekuatan lahir dan batin. dan semoga kita dapat mengambil hikmah dibalik peristiwa tersebut.

Jumat, September 25, 2009

lebaran 1430 H

Rabu, September 09, 2009

seuntai kata

Setiap salam yang terkirim darimu, setiap senyuman yang tersinggung dari bibirmu, setiap tatapan yang tersorot dari matamu, setiap sapaan yang terucap dari mulutmu dan semua perhatian yang kau berikan padaku telah kusimpan baik-baik didalam hatiku dan kubingkai dengan bingkai emas, kupajang dalam ruang hatiku yang terdalam. tak ada yang lebih berharga dari itu semua. tak mampu ku membalasnya, hnya engkaulah yang selalu kuingat setiap saat, kaulah 'Matahariku'. ku ingin kau tetap bersinar menerangi hari-hariku, walau pun sinarmu tak hanya kauberikan untukku..

best between good

Kamis, Agustus 20, 2009

Luka ku - D'masiv


Sebenarnya  Ku Tak Pernah Ada Rasa Cinta
Aku Tak Mengerti
Seolah Kau Beri Harapan Yang Pasti
Membuaiku Dengan Penuh Keindahan


Tanpa Disadari Cinta Itu Hadir
Dan Aku Tak Sanggup Menghindari
Kau Berikan Aku Kesejukan
Yang Tak Pernah Aku Rasakan Sebelumnya

Reff :
Tapi Ternyata Kau Ada Yang Memiliki
Sungguh Kau Buatku Kecewa
Aku Terluka Melihatmu Dengannya
Sungguh Ku Ingin Kau Menyadari

Tanpa Disadari Cinta Itu Hadir
Dan Aku Tak Sanggup Menghindari
Kau Berikan Aku Kesejukan
Yang Tek Pernah Aku Rasakan Sebelumnya

Back To Reff
Ingin Aku Untuk Melupakan Bayanganmu
Berhenti Untuk Mengejarmu... Ooo...Ooo

Back To Reff

Selasa, Agustus 04, 2009

Matahariku


Kau hadir laksana terbitnya mentari pagi dan aku adalah kupu-kupu kecil yang kehilangan semangat hidupnya tak mampu tuk terbang.kau lah Mentari yang menghangatkan tubuhku, mencairkan kebekuan hatiku yang lama tersimpan,cahyamu lembut membelai wajahku, sinarmu berikan aku semangat, harapan, dan warna baru dalan hatiku. kupu-kupu kecil telah berani terbang bebas. namun kini cahyamu meredup, terhalang segumpal awan yang datang entah dari mana,dan kau pun senag memberikan cahyamu padanya. Perlahan, semangat, harapan, serta warna dalam hatiku pun sirna. Ingin kurebut kembali cahyamu atau ku beranjak dari tempatku untuk dapatkan seberkas cahyamu lagi. Namun kurasa kau telah bahagia berikan sinarmu padanya dan dia pun senang dibelai lembutnya cahyamu. Matahariku, janganlah kau segera bersembunyi dibalik awan, atau meninggalkan ku sendiri menatapmu terbenam dalam jingganya sang senja.

Minggu, Agustus 02, 2009

Terlalu Indah - Cokelat

Satu yang kudamba
Harapan jiwaku
Hadirnya dirimu
Datangnya bayangmu
Menyentuh jiwa ini
Menghanyutkan semua angan

Apa yang ku cari
Hanyalah asaku
Kepada dirimu
Seluruh hidupku
Berikan kepadaku
Setitik rasa itu

Aku mencoba
Ungkap rasa ini
Karna ku tak sanggup
Tak mampu tuk berbicara
Begitu berat untuk ku katakan
Tak sanggup ku menatapmu
Terlalu indah bagiku

Adakah berarti
Diriku bagimu
Akankah hatimu terbuka untukku
Di mana celah itu
Kan ku beri sinarku

Takkan hatiku berharap
Bila suatu saat nanti
Semua kan terjadi
Oh

Rabu, Juli 22, 2009

Terorisme


Bom meledak lagi. kali ini terjadi di hotel ritz charlton dan JW marriott pada hari jum'at 17/07/2009. banyak korban berjatuhan baik warga negara indonesia maupun warga negara asing. belum di ketahui pasti motif dibalik peledakan tersebut. namun dapat di duga hal ini masih merkaitan dengan jaringan teroris pimpinan Nurdin M Top. mudah mudahan para pelaku dan jaringan terisme di indonesia dapat segera tertangkap dan diadili seadil-adilnya sehigga keamanan di Indonesia dapat kembali stabil dan tidak terjadi lagi hal serupa di masa yang akan datang.

Selasa, Juli 07, 2009

Pilpres 2009


Hari ini 08 Juli 2009, adalah hari dimana pemilihan presiden akan dilangsungkan. Pemilu kali ini menghadirkan tiga pasang kandidat calon presiden dan wakil presiden 2009-20014. antara lain adalah Megawati-prabowo dengan nomor urut 1, SBY-Boediono nomorurut 2, dan pada nomor urut 3 ada Jusuf Kala-Wiranto. Dengan jargon, visi, misi, dan konsep yang berbeda-beda, mereka siap untuk bersaing, mempereburkan kursi RI 1.

Kita sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya iktserta mensukseskan terlaksananya pemilu ini. dengan menyalurkan hak pilih kita berikan suara kepada salah satu kandidat pilihan kita. Karena masa depan bangsa ini ada ditangan kita dan Mudah-mudahan pelmilu kali ini dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Kita berharap siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dapat memajukan Republik ini, dapat lebih baik lagi dari sebelumnya, dan apa yang kita cita-citakan dapat terwujud.

Minggu, Juni 28, 2009

Study Tour


Hari itu, kamis 25 Juni 2009, pagi yang cerah dan mentari tersenyum menyapaku. Aku tiba di kampus setelah 10 menit berjalan kaki dari kost-an ku. Didepan gedung fisip sudah ada beberapa orang yang berkumpul. Satu buah bis juga sedang menunggu kedatangan para mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Administrasi Negara yang akan pergi ke Gedung Arsip Nasional dan Museum Fatahilah di Jakarta. Ya, hari ini kami akan study tour untuk memperdalam ilmu dalam mata kuliah Sejarah Pemerintahan Indonesia. Aku pun berbaur dengan teman-temanku yang sudah duluan datang. Kami menunggu anak-anak yang belum datang sambil mengobrol. Beberapa menit kemudian satu persatu mereka berdatangan sampai semuanya telah datang. Upacara pelepasan dilaksanakan dengan sederhana yang di pimpim oleh Dekan Fisip Bapak Aos Koswandi untuk memberikan sedikit pesan dan wejangan kepada anak didiknya sebelum meninggalkan kampus. Kami pergi bersama dosen pembimbing kami yaitu Ibu Eni dan Pak Andi.

Kami pun naik kedalam bis yang berisikan kurang lebih 30 kursi, lengkap dengan pendingin ruangan serta satu buah televisi. Bis yang merupakan milik universitas ini terbilang masih sangat baik kondisinya serta nyaman. dan sesaat kemudian berangkatlah rombongan kami meninggalkan kampus Unisma Bekasi. Dalam perjalanan kami saling bercanda, berbagi cerita, ada juga yang tidur, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.

Pada pukul 9.30 kami tiba di gedung arsip nasional atau disebut juga ARNI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Kami pun masuk kedalam gedung yang jika kita lihat dari pintu masuk maka akan tampak di sebelah kanan ada diorama perjuangan Indonesia, kemudian ada semacam relief yang menggambarkan presiden Indonesia dari pertama sampai yang sekarang, yang diatasnya bertuliskan “Senyuman Indonesiaku”. Di depan pintu ada tempat penerimaan tamu atau recepsionis dengan background patung burung garuda yang diapit oleh foto presiden dan foto wakil presiden Indonesia. Sementara di sebelah kanan terdapat miniature atau maket gedung arsip serta plakat peresmian dan renovasi gedung arsip nasional. Ada juga beberapa tempat duduk atau ruang tunggu. Karena pemandunya masih melayani para pengunjung lain, maka kami pun menunggu sambil mengamati benda benda yang ada diana. Tidak lupa juga kami mengabadikannya dengan berfoto bersama.

Setelah pengunjung lain telah selesai, kami pun diperbolehkan untuk naik ke lantai dua. Dengan menaiki tangga. Ternyata di sini adalah tempat pajangan foto-foto tentang perjuangan bangsa Indonesia sampai merdeka, kegiatan pemerintahan Indonesia dari jaman dulu sampai sekarang. Dan banyak lagi foto-foto lainnya. Kemudian aku dan anak-anak lainnya melihat-lihat dan membaca serta mencatat semua informasi yang ada, dan yang tidak kalah pentingnya, foto-foto bersama .Selanjutnya kami dipandu untuk memasuki ruangan yang dipenuhi dengan kursi-kursi dan meja yang berjajar rapi seperti ruang sidang. Dengan meja khusus untuk pembicara yang berada di depan, leng kap dengan laptop, dan projector. Sebenarnya lebih mirip ruang pertemuan atau ruang seminar, bisa juga ruang rapat, atau yang sebagainya. Pemandu tadi pun membuka acara dengan memberikan ucapan selamat datang pada rombongan kami, dan beliau langsung mempersilahkan kami untuk menonton film pendek tentang gedung arsip nasional sebagai gambaran awal kami untuk mengenal gedung arsip nasional ini.

Setelah lampu dimatikan, diputarlah film pendek tersebut. Segala informasi mengenai gedung arip nasional mulai dari sejarahnya, kegunaan, proses pengarsipan, dan lain sebagainya dijelaskan dalam film yang berdurasi kurang lebih 10 menit ini. Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diambil dari film tersebut.

Setelah film selesai, datanglah seorang arsiparis bersama bapak Andi, dan pemandu yang tadi yang bernama ibu Sri beliau menempati bangku didepan yang untuk pembicara. Dimulai dengan memperkenalkan diri, bapak itu bernama Langgeng. Beliau adalah seorang lulusan Sejarah. setelah mengucapkan sambutannya, Bapak Langgeng kemudian menjelaskan tentang koleksi-koleksi yang dimiliki oleh ANRI, macam-macamnya, serta hal-hal lain yang lebih detail mengenai arsip nasional ini, khususnya yang menyangkut tentang sejarah pemerintahan Indonesia. Sesi Tanya jawab dibuka setelah penjelasan yang dibawakan oleh pak Langgeng selesai. Dan kunjungan di ruang ini pun kami lengkapi dengan penyerahan tanda mata dari universitas dan diakhiri dengan acara foto bersama.

Kemudian dari ruangan itu, kami diperbolehkan masuk ke ruang baca atau perpustakaan. Dialam ruang baca terdapat banyak buku tentang arsip, sejarah, serta buku lainnya. Di sana juga terdapat beberapa unit computer untuk mengakses informasi tentang arsip. Dan koleksi yang dimilikinya. Sayang waktu kami terbatas, karena kami juga akan melanjutkan perjalanan menuju museum fatahilah dan saat itu waktu telah menunjukan sekitat pukul 12 siang. Keluar dari gedung A kami foto bersama di halaman gedung ANRI, setelah itu kami menuju mushola untuk sholat dzuhur.

Selesai sholat kemudian kami menuju bis untuk makan siang. Karena lapar dan capek kami pun makan dengan lahapnya. Setelah makan siang, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Kali ini menuju museum fatahilah, Jakarta Barat. Perjalanan kali ini sepertinya rombongan sudah banyak yang capek, apalagi sesudah makan pastinya semua terdiam di kursi masing-masing dan banyak pula yang tertidur, hanya sedikit saja dari mereka yang masih mengobrol dan bercanda. Cukup lama kami menempuh perjalanan ini. Ditambah dengan macetnya lalu-lintas di Jakarta.

Setelah melewati kota tua yang banyak sekali bangunan bangunan besar yang sudah tua dan bernuansa eropa, beberapa menit kemudian kami pun tiba di Museum Fatahilah. Museum ini berada dekat Stasiun Kota, Jakarta barat. Gedung yang memiliki luas halaman kira-kira 200 meter persegi dan di sana banyak sepeda ontel yang disewakan untuk para pengunjung, serta tempat yang sangat bagus untuk bersantai saat sore hari karena nuansanya yang damai, dan bersahabat. Banyak pengunjung yang terdiri dari berbagai usia, namun lebih banyak anak-anak muda yang sedang santai sore, nongkrong bersama teman atu foto-foto di halaman gedung tersebut.. Sedangkan gedungnya terbilang sangat besar juga, dengan nuansa jaman dulunya masih terasa kuat, tapi masih telihat kokoh. Kami pun langsung masuk kedalam gedung museum. Setelah membayar karcis masuk museum, kemudian kami di pandu oleh seorang pemandu bersafari warna biru tua, seorang laki-laki tua dengan kumis baplang sepeperti pak raden, dan kulit sawo busuk, serta perawakan yang tinggi kurus, wajahnya tidak kalah sangar dengan ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar. Dia kelihatannya sudah lama menjadi pemandu wisata di rumah tua tersebut.

Kami kemudian diajak menuju suatu tempat yang di dindingnya terdapat papan besar bertuliskan bahasa belanda. Pak kumis itu kemudian membuka acara wisata kami dengan mengucapkan selamat datang pada kami, mengenalkan sejarah gedung tua tersebut, dan dijelaskan pula arti tulisan yang ada di papan besar tersebut yang intinya berisi tentang pembangunan dan peresmian gedung tersebut. Dari penjelasannya, gedung ini dahulunya pernah dipakai untuk pengadilan, penjara bawah tanah, basis pertahanan belanda di Jakarta, serta pernah juga dijadikan tempat pembantaian orang-orang tionghoa pada jaman dahulu. Bapak itu ternyata baik juga, dibalik muka sangarnya terdapat selera humor yang tinggi. Dari situ kami diajak melihat penjara bawah tanah, bahkan kami diajak memasuki penjara tersebut. Dalam ruangan yang memiliki luas 6x3x1,68 tersebut sangat gelap, baunya tak sedap, pengap dan panas, disana juga terdapat banyak sekali bola-bola besi yang katanya adalah peluru meriam. Setelah penjara bawah tanah kami menuju meriam besar yang dinamai “si Jagur”, sumur tua tempat dahulu dipakai untuk minum dan mandi oleh para tahanan, lalu masuk lagi ruangan yang banyak terdapat pernak-pernik lampu hias, naik keatas ada lukisan tentang penangkapan Pangeran Diponegoro, piring dan macam-macam keramik dari cina, kursi dan meja tempat pertemuan dan sidang, pedang yang dipakai untuk hukuman pancung, prasasti dari berbagai kerajaan di Indonesia, foto-foto dan lukisan jaman penjajahan, dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku jelaskan di sini. Entah berapa ruangan yang kami kunjungi dalam gedung itu, dan entah berapa banyak koleksi museum yang kami lihat dan semuanya sangat berkesan dan menambah banyak pengetahuanku. Selama mengelilingi gedung ini tak heti-hentinya pak kumis itu membuat kami tertawa karena kejenakaannya dan tebak-tebakan konyolnya. Dan pastinya kami tidak mau melupakam momen di setiap ruangan, maka kami mengabadikannya dengan foto-foto.

Sampai akhirnya kami pun selesai menjelajahi seluruh isi museum ini. Dan seperti biasa, penjelajahan ini kami akhiri dengan foto bersama. Selanjutnya kami bebas bermain dulu sebelum pulang. Tapi kami hanya duduk-duduk di tangga yang terdapat di depan gedung. Beberapa anak yang lain sibuk foto-foto, ada juga yang membeli jajanan yang dijual disekitar museum, dan juga ada yang mencari sasaran yaitu cewe’-cewe’. Waktu menunjukan sekitar pukul 4.30 sore ketika kami di panggil oleh anak yang lain untuk pulang. Kemudian kami pun berangkat untuk pulang dalam perjalanan kali ini kami banyak membicarakan tentang kekonyolan pak kumis tadi. Pasti ingin tertawa jika mengingatnya. Adajuga yang saling berbagi cerita dan kesan mereka ketika di museum tersebut. Ada yang bilang menyeramkan, mengasikkan, seru, menyesal karena hanya sebentar, ada juga yang menceritakan pengalamannya tentang perkenalannya dengan seorang gadis cantik yang akhirnya sangat lucu sekali karena dia ternyata di cuekin oleh gadis tersebut. Anak itu memang bandel, dia tidak memperhatikan pemandu, tetapi sibuk mencari sasaran yang tidak lain adalah gadis-gadis cantik. Ada-ada saja, disaat anak-anak lain membicarakan benda-benda atau koleksi dan sejarah tentang museum tersebut, dia malah membicarakan cewek’. Ada juga yang jahil mengerjai seorang teman kami sampai kami tertawa terbahak-bahak, intinya semuanya merasa bahagia, gembira, dan suka ria setelah melakukan study tour ini. Rasa penat kami setelah beberapa bulan belajar dan mengerjakan tugas-tugas seakan menguap. Kami tiba dikampus pukul 18.05. seterlah sholat maghrib, anak cowo’ berencana untuk makan bersama di sebuah cafe. Kami pun menuju kesana dan memesan ayam rica-rica dan bihun goreng. Karena laparnya kami sampai berebut bengambil lauknya. Kebersamaan yang indah dan nikmatnya makan bersama teman-teman berakhir ketika makanan kami habis dan semua berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing, (tentunya setelah membayar makanan kami) Tapi momen kali ini tidak kami akhiri dengan foto-foto. Pekerjaan rumah dan tugas pun telah menyambut kami di rumah, bersiap lagi untuk melanjutkan proses perkuliahan yang sangat menjenuhkan, dan sebentar lagi UAS akan datang.

Senin, Juni 22, 2009

Communication Day

COMMUNICATON DAY !!
Hadirilah Workshop “Penulisan Kreatif” bersama Ketua FLP Bekasi
Sabtu, 20 Juni 2009 pukul 08.00 s.d. Selesai
Gedung C. 102 Unisma Bekasi
Free!!!


Tulisan itu gw baca di selembaran kertas yang tadi jatoh dari diktat Kewarganegaraan gw yang mau gw taro di rak buku. Tadi diktat gw ini dipinjem sama temen gw yang jurusan komunikasi. Gw emang lagi tertarik sama dunia tulis menulis, walaupun baru bisa jadi penikimatnya aja, tapi gw punya keinginan untuk jadi seorang penulis. Aha..!! ini dia yang gw tunggu-tunggu. Ikut seminar tentang kepenulisan, yang jadi pembicaranya ketua FLP lagi…, dan yang ga’ kalah penting, gratis chuy..! waah, gw ikut ah… gw ga’ mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebenernya sih besok gw mau pergi ke rumah sodara gw yang di Cikarang. Tapi itu mah gampang, besok lusa juga bisa.

Buat ngeyakinin, gw sms temen gw itu, dia bales sms gw, katanya bener besok mau ada seminar. Tapi dia bilang dia ga’ sengaja naro pamplet itu. dia juga nanyain gw mau ikut apa ngga’. Gw jawab aja gw ga’ bakal ikutan coz gw mau pergi ke cikarang.


Gw baru bangun tidur pas gw liat jam di hape gw nunjukin jam tujuh lewat empat puluh menit. waduh..!! gawat, gw kan mau ikutan seminar, mana mulainya jam delapan lagi…!, Cuma ada waktu 20 menit lagi, gw belom mandi, belom nyeterika baju. Gw buru-buru ambil anduk, pergi ke kamar mandi, 5 menit selesai mandi. Nyeterika baju, ganti baju, en brangkat deh. Gw brangkat bareng temen gw yang mau maen futsal di kampus. Dari kosan gw ke kampus kira-kira ngabisin waktu 10 menitan.

Sampai di kampus gw liat dari jauh, kaya’nya di ruang C102, masih sepi, belom banyak orang. Ah gw nonton futsal aja deh. Gw ngeliat ada si Jay di depan C102. apa dia mau ikut seminar ya? Gw samperin dia, ternyata dia juga mau ikut seminar. Akhirnya gw ada temennya juga deh. Eh, ketemu sama si Iya, (itu lho yang kemaren minjem diktat gw, trus yang sering di gosipin sama gw). Dia jadi panitia juga. kayanya jadi dokumentasinya, soalnya dia bawa kamera gitu. Dia kaget banget ngeliat gw, soalnya semalem gw bilang ga’ bakal dateng.
“ lho, dii, katanya ga mau dateng, katanya lu mau pergi..!?” kata Iya
“ah, tar aja perginya,lu jadi photographer ya?” kata gw.
“ng..,nggak, ini cuma suruh megangin doang. Ya udah masuk aja gih”
“Ehemm, cie..!!” kata temen-temennya serentak. Tuh kan, dicengin, tapi aah bodo amat lah. Kemudian kita ngisi absensi sebelum masuk ruangan. Si Ines sama Mila yang jadi penerima tamu. Gw Tanya sama dia, “mbak Wiwiek nya udah dateng nes?”
“Hah? Mbak wiwiek mana?” kata Ines.
“lah, itu lho ketua FLP Bekasi..”
“Mbak Elvira kali” kata Ines sama Mila serentak. (duuh, salah lagi !, tengsin bgt gw)

“oh, bukannya mbak wiwiek sulistyowati?, apa udah ganti?” gw membela diri.Perasaan gw pernah liat blognya FLP, ketuanya Wiwiek sulistyowati.
“ngga’ tau tuh” kata Ines
“ya udah gw masuk dulu ya..”
Gw pun masuk diikutin si Jay sama Mang Eli, senior di kosan gw, juga akh Ishak, temen gw dari FAI. Ternyata masih belum dimulai, karena masih nunggu narasumbernya yang belum datang. Yang hadir disitu kebanyakan anak SMA, soalnya mereka mewakili sekolahnya yang ikut lomba karya tulis ilmiah. Disana juga udah ada senior-senior dari fakultas gw. Ada Mbak dahlia, bang Candra, sama bang Lukman. “eeh, ada Adi.” Sapa mbak Dahlia
“Eeh, ada mbak Dahlia” gw balas nyapa.

Acara pun dimulai setelah setengah jam gw nunggu, Lintang yang jadi MCnya. Pembacaan rangkaian acara, . Pembukaan, dan sambutan-sambutan berlangsung dengan lancar. Akhirnya datang juga acara yang gw tunggu-tunggu. Materinya bertema “Menjadikan Ide Menjadi Tulisan” yang disampaikan oleh ketua FLP Bekasi, Elvira Suryani, S.IP. wah, kata-katanya jelas, lugas dan mudah dipahami. Gw perhatiin dengan seksama (cie…, serius amat ) materi-materinya sangat berguna buat gw. Peserta juga diminta aktif berpartisipasi, salah satunya dia ngasih kuis yang suruh tulis sepuluh kata apa aja yang berkaitan dengan keadaan kota Bekasi. Setiap pesetra mengumpulkan hasilnya kedepan. Gw terakhir ngumpulinnya coz gw salah nulis trus gw salin lagi. Dan setelah diseleksi dibacakanlah yang menurutnya bagus. Dia sebutkan nama gw!. Gw disuruh maju, dan disuruh menjadikan kata-kata tersebut menjadi sebuah paragraph. Aduuuh, jadi grogi nih gw, tapi jadi juga. Tulisan gw tadi dibacain sama mbak Ervira. Tepuk tangan hadirin bergema setelah selesai dibacakan. (gitu aja bangga.., hehe..).
“Adi, kalo punya bakat jangan didiemin aja, ntar lu nulis yah di madding!?” Kata Mbak Dahlia, senior gw yang juga ketua Senat fakultas gw.
“hehe..,ah ga’ bakat-bakat amat sih mbak,” kata gw.
“poko’nya lu harus nulis di madding.”
“Iya deh inysa Allah”.

Materi demi maeri disampaikan oleh mbak Elvira. Menarik, menantang, seru, dan banyak gw dapetin pelajaran yang sangat berharga. Sesekali jepretan kamera berkilatan di ruangan yang sering dipakai fakultas ekonomi ini, padahal ruangan ini milik fakultas pertanian. Dan, ‘ehemm, si Iya adalah salah satu photograpernya. Ah kaya’nya gw mulu tuh yang di jepret sama dia,(idiih, pede banget..!). Jam dua belas, acara diskors dulu buat solat dzuhur, dan makan siang. Eh istirahat ya..? ya udah gw mau solat dzuhur dulu, trus makan siang, tar gw lanjutin lagi. Okey??

(dah kenyang, makannya sama ayam, eh pake ayam maksud gw..)
Eh, gw lanjutin lagi ceritanya nih…
Acara dilanjut dengan pembicara mbak Nadiah, S.S., M.Si. Mbak Nadiah ini orangnya asik, masih muda tapi titelnya udah MSi. Wah, keren banget. Dia nyampaikan materi dengan penuh semangat, menarik, ceria, dan banyak humornya. Hmm, jadi seorang penulis memang menyenangkan ya kaya’nya. Mbak Nadiah juga mengajak partisipasi dari para peserta untuk ikut latihan-latihan atau kuis, udah gitu dikasih hadiah lagi.

Ceritanya disingkat ya, selanjutnya di isi dengan acara pengumuman pemenang dan pembagian hadiah untuk lomba karya tulis ilmiah tingkat SMA yang diadakan oleh Himakasi (Himpunan Mahasiswa Komunikasi). Iya ngesms gw: “dii, klo mw plang, plang aja, tar kecape’an lu sqith lg.., hee..”
Gw jawab: “ntar gw mw nungguin sertifikat dl..”
Iya lagi: “sterah sih, tp lu ga’ dpet sertifikat tw, hehe..”
Setelah pembagian hadiah ada pembagian sertifikat. Satu demi satu nama disebutkan. Sampai selesai. Lho,nama gw ko ga’ada? Bener juga kata si Iya. Wah, ini namanya diskriminasi. (alaah, paan, lagi tuh.). ntar gw tanyain deh sama panitia. Acara ditutup dengan foto bareng, tapi temen gw udah ngajakin balik, ya udah deh, pas gw mau keluar, anak ilkom pada nyegah gw. “Adi, mau kemana?” kata Ines.
“Gw balik duluan ya..” kata gw
“Eh, ntar dulu, foto bareng dulu..!”
“Temen gw udah ngajakin balik tuh..”
“ngga’ boleh, lu ngga’ boleh balik dii sebelum foto-foto..!” kata Mila dengan ancamannya sambil nge-halang-halangin gw.
Biasa lah, klo fans ketemu idolanya, suka pada minta foto bareng..! hehehe..(bener ga’..?. gw ga’ bilang kalo gw sang idola, lho..!)Akhirnya gw balik ke kosan. Di jalan gw baru inget mau nanyain sertifikat ke panitia. Waduuh, lupa banget sih gw. Ah, w telpon Iya, gw tanyain, dia bilang ada kesalahan teknis. Mungkin kelewat bagiinnya, atau pas lagi bikinnya. Dia bilang ntar dicari dulu, klo ga’ ada baru ntar dibikinin.

Hal yang bisa gw ambil, eh gw ambil apa gw petik ya..? gw petik deh, dari pengalaman ini yaitu gw bisa lebih tahu tentang dunia menulis, menjadi lebih termotivasi untuk menulis, menulis, dan menu…??, Pinter…!!. Kedua, mungkin gw punya bakat juga ya, dibidang tulis menulis? Tapi gw harus yakin gw bisa. Gw harus kembangin itu. Ketiganya gw ngerasa iri. Iri sama anak ilkom yang begitu kompak, berani capek, berani kerja keras,(kaya’ iklan multivitamin aj…) biaya yang dikeluarin juga ngga’ sedikit, acara yang begitu bagus, menurut gw semua kerja keras mereka terbayar dengan kepuasan para peserta dan suksesnya acara mereka. Salut, dua jempol, eh empat deh buat “HIMAKASI” !. (gw iri juga sama temen gw, masa dia dapet sertifikat, gw nggak…! Hiks, hiks,..). O,iya, gw ucapin makasih buat Iya yang udah minjem diktat gw walopun dicorat-coret..!, kalo dia ga’ minjem, ato pampletnya ketinggalan di diktat gw, gw ngga’ tau ada workshop en mungkin gw ga’ bisa ikut acara itu.


Udahan, ceritanya dah kelar..!


Iih…, dibilangin…,,


Gw bilang udah, ya udah…

Yee, ngeyel banget sih…

Ya udah, gw cabut ah..
Daaagh…..!!

Jumat, Juni 12, 2009

Senin, Juni 08, 2009

Badai Pasti Berlalu


Semua orang pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan
terbuka. Sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami
kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan "satu paket" yang
tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan?
Yang perlu kita ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika
kegagalan datang. Simak yang berikut.

Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan
kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut
ketika kegagalan datang.

Hidup kita seolah berada di sebuah Perahu yang berada di tengah
samudra luas. Perlu perjuangan untuk membuat perahu tersebut melaju
menuju pulau impian yang kita tuju. Jika tidak, Perahu hanya akan
terombang-ambing entah kemana. Kita perlu terus menjadikan Perahu
bergerak dan mengarahkannya ke arah pulau impian kita. Namun, kadang
badai datang, membuat Perahu kita
oleng bahkan hampir tenggelam.

Namun perahu kehidupan memiliki sebuah keajaiban. perahu kehidupan
tidak akan pernah tenggelam selama kita memiliki harapan. Oleng
mungkin tetapi tenggelam tidak jika kita masih memiliki harapan bahwa
kita akan sampai ke tujuan yang kita impikan. Jika badai begitu lama
menggoncang perahu kita, jangan pernah menyerah, karena menyerah
adalah satu cara pasti perahu kita
tenggelam. Harapan, membuat perahu kita tidak akan pernah hancur
dihantam gelombang dan tidak akan membuat perahu kita karam.

Lalu, dari mana datangnya harapan? Harapan ada pada diri kita, sebab
tidak ada badai yang melebihi kekuatan diri kita. Sebesar-besarnya
badai masih dibawah kemampuan kita semua. Tuhan telah memberikan
kekuatan yang sangat dahsyat pada diri kita atau mendatangkan badai
yang besarnya masih ada dibawah kemampuan kita. Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan yang melebihi
kemampuan kita.

Jagalah harapan bahwa selalu ada jalan keluar. Yakinlah bahwa kita
bisa bertahan. Pasti ada sesuatu hikmah besar dibalik kesulitan yang
kita hadapi. Semakin besar kesulitan, mungkin semakin besar dan
bernilai hikmah yang akan
kita dapatkan nanti. Jagalah harapan, karena badai pasti berlalu.

yakinlah Pada Badai yang datang menghampiri kita adalah sebuah media
pelatihan diri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Orang tidak akan
pintar jika tidak di latih, dan Badai yang menghampiri hidup kita
adalah media pendidikan yang tepat, yang dikirim tuhan agar kita siap
untuk menajadi sukses, Tidak ada orang pintar tanpa pendidikan, Tidak
Ada orang yang bisa menyanyi tanpa latihan, Burung Elang yang perkasa
tidak akan bisa terbang tinggi tanpa terjatuh.

Maka Persiapkan Perahu kita untuk dapat menembus Badai Kehidupan yang
akan menerjang kita dari arah yang tidak bisa di prediksi. Karena
biasanya setelah badai akan ada hari yang indah. Walau terkadang
jawaban dari tuhan
tidak seperti yang kita harapkan, tetapi keindahan akan kita dapatkan
jika kita menyadarinya

Ea, Depok 28 aAPRIL 2008


********

Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita
yang telah dilabuhkan sampai kebelakang tabir.

- Terus mengharapkan yang terbaik, maka kita akan menghasilkan yang terbaik.
- Jangan bersungut-sungut tetapi mengucap syukurlah senantiasa.

_______---------_________-
------------________

artikel ini diambil dari E-mail ku yang dikirim oleh sdr."Erwin Arianto"
dari millis Sarikata.com

Semoga bermanfaat buat temen-teman semua.

Senin, Juni 01, 2009

selasa 2

hari selasa jam 10.30 ada mata kuliah komputer yang bertempat di lab komputer sainstech Unisma bekasi. kalo ga' ada dosennya, anak-anak pada buka situs2 yang lagi marak-maraknya saat itu. biasanya buka situs pertemanan seperti friendster, facebook, dan yang lainnya. ada-ada aja nin bocah, tapi gw juga sama, hehehe...

gw posting tulisan ini juga lagi di lab, ga' ada dosennya. ya, daripada buka yang ngga'2... gw posting aja tulisan ini. lumayan bisa ngetet gratisan, heheh.. eh, udah dulu ya, dosennya dateng tuh, ntar gw ketauan lagi,...

sekian, terimakasih......
good bye...

Kamis, Mei 28, 2009

facebook dimataku


Facebook buat gw adalah sebuah alat komunikasi, salah satu sarana untuk bersosialisasi, saling mengenal satu sama lain, berdiskusi, bertukar pikiran, dan yang lainnya.

di facebook juga lah gw bisa ketemu lagi dengan temen-temen lama gw, sahabat, juga saudara jauh. facebook lah yang dapat mengajak gw untuk lebih mengenal dunia luar, berkenalan dengan orang-orang dari daerah lain yang jauh, sampei dijadiin pelampiasan orang yang ga' seneng sama gw, yg sebel, yang ngerasa bete sama gw, aduuuh, banyak deh pengalaman yang bisa gw dapetin dari facebook.

akhir-akhir ini ada yang mengeluarkan fatwa bahwa facebook itu haram,, tapi gw ga setuju dengan fatwa tersebut, karena gw ngerasa kalo gw menggunakan facebook bukan untuk hal-hal yang dilarang.

maju terus facebook.........!!!!

Selasa, Mei 26, 2009

Tempat Pengaduan

Sampai juga ku di pantai ini. tempat pengaduanku dulu waktu kecil. disinila dulu aku sering mengungkapkan kekesalanku pada orang tua yang kadang nyebelin, kakakku, temanku, dan dari masalah lainnya.

di pantai inilah biasanya ku teriakkan semua kekesalanku, masalahku, biar terlepas ke laut lepas. Atau juga ku gureskan semua masalah yang kualami di pasir putih ini dengan sepotong kayu, kemudian membiarkan sang ombak menghapus semua masalahku itu. atau mungkin, ku ambil sebuah batu sebesar genggamanku, dan kuanggap itu masalahku, lalu kulemparkan masalahku jauh-jauh. menembus ombak, dan tenggelam di laut. aku pun pulang dengan perasaan yang lega. tiada lagi beban.

telah lama aku tak lakukan hal itu lagi. kurang lebih tiga tahun. ya, mungkin inilah saatnya, disaat ini aku ingin melepaskan semua masalah yang kualami ini. aku pun berteriak sekeras-kerasnya, tak ada yang mendengar, tak ada yang menyahut lenyap dimakan debur ombak. kugureskan tulisan tak beraturan yang kuanggap permasalahanku, kemudian ombak menghapusnya. ku lemparkan batu di genggamanku ini ke lautan, dan tenggelam di dasar samudera.

tapi, kali ini belum juga kurasakan tenang dan leganya hatiku. masih ada yang mengganjal di hati dan pikiranku. mungkin terlalu berat masalah yang kualami kali ini. Pandangan mataku pun menangkap sebuah botol yang tergeletak di pasir putih itu. dan segera ku ingat catatanku ynag kusimpan di saku celanaku. catatan tentang masalahku ini. segera kuambil catatan itu, dan ku masukan kedalam botol kaca tersebut, kututup rapat. lalu kulempar ke tengah lautan, terombang-ambing di mainkan ombak, kemudian hilang ditelan samudera hindia.

aahh, lega juga akhirnya. bebas dari masalahku, aku pun pulang dengan tak ada lagi beban. rasa capek membuatku langsung menuju kamar tidurku dan terpejam.
dia lagi..!!!, kenapa dia kembali lagi!??? padahal sudah aku buang semua cerita tentang dia kedalam luasnya samudera hindia. tapi kenapa masih bisa kembali??? laki-laki itu... dia masih bersamanya. mereka bergandengan dengan mesra,
aku pun terbangun, mimpi itu lagi....

ya Tuhan, aku lupa shalat Magrib, ini sudah jam tujuh malam. ah, aku melupakanMu. akan ku kembalikan semuanya kepadaMu. ya Tuhanku, Engkaulah tempatku mengadu. ya Allah, ampuni dosaku, aku telah lama melupakanmu....